JOMBANG – Dalam upaya mewujudkan visi sekolah untuk mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, SMP Islam Al Ummah secara konsisten menjalankan program pembiasaan pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Pada pagi hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026, suasana religius nan khidmat kembali menyelimuti Masjid Ar Rayyan seiring dengan dilaksanakannya rutinitas pembiasaan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur'an.
Sejak bel berbunyi, para siswa berbondong-bondong menuju masjid untuk melangsungkan ibadah dan memulai interaksi mereka dengan kitab suci. Kegiatan pagi ini dipandu dan didampingi langsung oleh Ustadz Erik Lis Setiawan, S.H.U. selaku dewan guru pembimbing.
Program pembiasaan ini dibagi menjadi dua fokus utama. Pada sesi Tahsin, Bapak Erik Lis Setiawan secara telaten menyimak dan membimbing para siswa untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an mereka, memastikan pengucapan makharijul huruf serta penerapan ilmu tajwid dilakukan dengan tepat. Sementara itu, pada sesi Tahfidz, para siswa yang memiliki target hafalan secara bergiliran menyetorkan hafalannya untuk diuji kelancaran dan kekuatannya.
"Pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur'an di pagi hari adalah pondasi spiritual yang sangat penting. Dengan mengawali hari bersama Al-Qur'an, kita berharap anak-anak mendapatkan ketenangan hati dan kejernihan pikiran, sehingga mereka lebih siap, fokus, dan mudah dalam menyerap ilmu-ilmu akademik di kelas nanti," pesan Ustadzah Fairuz 'Izzah selaku Waka Keislaman.
Suasana di Masjid Ar Rayyan pagi ini menjadi cerminan komitmen SMP Islam Al Ummah dalam menyeimbangkan pendidikan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual. Suara lantunan ayat suci yang menggema saling bersahutan antar-halaqah siswa menciptakan harmoni yang menyejukkan hati siapa saja yang mendengarnya.
Melalui kegiatan pembiasaan Tahsin dan Tahfidz ini, sekolah berharap kecintaan para siswa terhadap Al-Qur'an akan terus tertanam kuat dan bersemi hingga mereka dewasa kelak, menjadikan pedoman suci tersebut sebagai kompas yang mengarahkan setiap langkah mereka menjadi Anak Indonesia Hebat yang berprestasi dan beradab.
