JOMBANG – Menghadapi arus informasi yang kian masif, SMP Islam Al Ummah Jombang mengadakan kegiatan sosialisasi edukatif berkolaborasi dengan Duta Parlemen Muda Indonesia Kabupaten Jombang. Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan di lingkungan sekolah pada hari Rabu, 5 Juli 2026, dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta didik.
Acara kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu “Nalar Kritis & Aksi Objektif: Mengasah Skeptisisme Cerdas di Era Digital”. Tujuan utamanya adalah membekali para siswa dengan kemampuan menyaring informasi, menganalisis fakta, dan bersikap objektif sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkan berita di dunia maya.
Dalam pemaparannya, perwakilan Duta Parlemen Muda Indonesia Kabupaten Jombang mengajak peserta didik untuk memahami betapa berbahayanya penyebaran berita bohong (hoaks) dan misinformasi. Siswa diajarkan tentang pentingnya memiliki “skeptisisme cerdas”—sebuah sikap untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi, selalu mengecek sumber referensi (saring sebelum sharing), dan menggunakan logika yang sehat saat berinteraksi di media sosial.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Islam Al Ummah, Ibu Umi Hariyati, S.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini.
“Di era di mana informasi bisa didapatkan hanya dengan ujung jari, kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup. Anak-anak kita butuh tameng berupa nalar yang kritis dan kebijaksanaan dalam merespons sebuah isu. Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan Duta Parlemen Muda yang telah menginspirasi siswa-siswi kami untuk menjadi generasi digital yang lebih bijak,” ungkap Ibu Umi.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi, tanya jawab, dan studi kasus mengenai isu-isu viral yang sering berseliweran di media sosial. Para siswa didorong untuk berani menyuarakan pendapat mereka secara objektif dan berbobot.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMP Islam Al Ummah tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, melainkan tumbuh menjadi agen perubahan yang kritis, objektif, dan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, baik di dunia nyata maupun di ruan